Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Thursday, October 11, 2012

@PendidikPembebas 11 Aturan Hidup Bill Gates Yang Disampaikan Kepada (Maha) Siswa

 

Suatu saat Bill Gates ini memberikan ceramah di Sekolah perihal 11 hal yang tidak akan mereka pelajari di sekolah. Dia berbicara tentang bagaimana "perasaan" serta ajaran yang menciptakan generasi muda tanpa konsep yang jelas dan bagaimana konsep ini "mengatur" kegagalan dalam dunia nyata.

 

Dia berkata dengan tegas:

 

Aturan 1:
Hidup ini tidak adil - hadapilah itu!

 

Aturan 2:

 

Dunia tidak akan peduli tentang harga diri Anda. Dunia akan mengharapkan Anda untuk menyelesaikan sesuatu SEBELUM anda merasa berhasil tentang diri Anda sendiri.

 

Aturan 3:

 

Anda TIDAK akan menghasilkan $ 60.000 (Oktober 2012: ~Rp. 550 Juta) setahun keluar dari Sekolah. Anda tidak akan menjadi wakil direktur dengan telepon mobil sampai Anda berhak untuk itu.

 

Aturan 4:
Jika Anda merasa guru Anda sangat sulit, tunggu sampai Anda mendapatkan bos.

 

Aturan 5:
Pekerjaan membalikkan burger tidak menurunkan martabat Anda. Kakek dan nenek Anda memiliki kata yang berbeda untuk pekerjaan itu - mereka menyebutnya kesempatan.

 

Aturan 6:
Jika Anda kacau, itu bukan kesalahan orangtua, jadi jangan mengeluh karenanya, belajarlah dari mereka.

 

Aturan 7:
Sebelum kamu lahir, orang tua Anda tidak membosankan seperti sekarang. Mereka seperti itu karena bekerja agar dapat membayar biaya hidup, membersihkan pakaian dan kamar Anda serta sering mendengarkan  tentang bagaimana kerennya Anda. Jadi, sebelum berpikir untuk melenyapkan parasit dari orangtua Anda, cobalah tengok lemari di kamar Anda sendiri.

 

Aturan 8:

 

Sekolah mungkin tidak menghasilkan para pemenang dan pecundang, tapi hidup ini TIDAK. Di beberapa sekolah sedikit sekali anda mendapat nilai-nilai kegagalan dan mereka akan memberikan BANYAK KALI kesempatan yang Anda inginkan untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Ini sangat berbeda dengan APAPUN dalam kehidupan nyata.

 

Aturan 9:
Hidup tidak dibagi dalam semester. Anda tidak mendapatkan libur musim panas (pengcualian) dan sangat sedikit majikan tertarik dalam membantu Anda MENCARI DIRI SENDIRI. Lakukan itu oleh Anda secara mandiri.

 

Aturan 10:
Televisi dan Film adalah BUKAN kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata orang-orang harus meninggalkan warung kopi, kafe atau mall dan pergi ke pekerjaan mereka.

 

Aturan 11:
Bersikap baiklah pada orang yang gila kerja. Kemungkinan Anda akan berakhir bekerja untuk satu orang dari mereka.

 

Wednesday, October 3, 2012

@EduLiberator Bagaimana Kita serta Bangsa Palestina Memandang Betapa Pentingnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Sebagai salah satu wujud komitmen Pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi 1000 orang Palestina dalam kurun waktu 2008-2013, Direktorat Kerja Sama Teknik, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kemlu RI mengadakan kembali kegiatan pelatihan untuk Palestina.

Untuk itu tanggal 19-27 September  2012 diselenggarakan “International Training Program on Information and Communication Technology Support for Palestinian SMEs Development. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Bandung, 19-27 September 2012, bekerja sama dengan COMLABS dan  Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan, Institut Teknologi Bandung (LPIK ITB).

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Duta Besar Suprapto Martosetomo, Staf Ahli Bidang Kelembagaan Kemlu RI (19/09/12). Dalam sambutannya, Bapak Duta Besar Suprapto, menyampaikan bahwa kemandirian bangsa Palestina merupakan salah satu kunci utama bagi Palestina untuk mencapai kemerdekaan. 

Saya sendiri memberikan pelatihan untuk topik "Knowledge Managament for SME" dan "e-Learning for SME" yang diharapkan menjadi bekal  kemandirian ekonomi yang harus dibangun agar Palestina memiliki masa depan yang berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengingat perannya yang signifikan dalam menopang pembangunan ekonomi. 

UKM memperluas lapangan pekerjaan, membuka peluang yang lebih baik, dan meningkatkan potensi ekonomi lokal. Lebih lanjut Duta Besar Suprapto menyampaikan bahwa disaat krisis ekonomi pada waktu lalu, Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia terbukti tangguh menghadapi krisis dan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi. Melalui pelatihan seperti ini, Indonesia ingin membagi pengalaman dan kapasitasnya di bidang ICT guna membantu pengembangan UKM di Palestina.

Sejalan dengan hal tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia menyampaikan bahwa terdapat berbagai program pelatihan peningkatan kapasitas untuk Palestina. Tidak hanya terbatas dalam program yang dilaksanakan oleh Direktorat Kerja Sama Teknik, tetapi juga dalam kerangka New Asia Africa Strategic Partnership (NAASP). 

 

Tuesday, October 2, 2012

#ManajemenPembebas Nilai dan Budaya Institusi: Sebuah Contoh Rekomendasi Agar Diimplementasi

Pendahuluan
Tujuan dari penyusunan sebuah dokumen “Filosofi dan Rekomendasi Nilai dan Budaya Institusi Bagi Staf dan Pimpinan” adalah untuk  memberi pijakan Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Institusi. Rekomendasi ini akan memenuhi kebutuhan  untuk merespon perlunya referensi, sosialisasi dan implementasi  memungkinkan organisasi untuk melaksanakan  sebagai “Nilai dan Budaya Institusi”.

 

Ringkasan Rekomendasi
Rekomendasi “Nilai dan Budaya Institusi” akan bermanfaat untuk Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Institusi   sebagai berikut :
  1. Nilai dan Budaya  merupakan sebuah tranformasi sehingga akan menjadi “Strategic Value & Culture” jangka panjang dalam rangka mengembangkan  sebagai institusi terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. 
  2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan transformasi ke arah pengembangan organisasi dan institusi sehingga  dapat lebih efektif dan efisien.
  3. Merancang sebuah Kerangka Kerja (Framework) dan Peta Jalan (Roadmap)  “Nilai dan Budaya Institusi” untuk melayani karyawan dan semua Pemangku Kepentingan (Stakeholder) .
  4. Program sosialisasi dan implementasi   sebagai “Nilai dan Budaya Institusi ” bertujuan untuk membangun dan meningkatkan  kapasitas (Capacity building) organisasi dan Institusi dengan tujuan spesifik sebagai berikut:
  • Merancang pemberdayaan pimpinan dan staf yang handal untuk sosialisasi dan implementasi.
  • Merancang proses dan teknologi untuk mengimplementasikan.
  • Merancang model dan tata kelola organisasi yang mendukung sosialisasi dan implementasi.
  • Terciptanya model pebelajaran dan manajemen pengetahuan dalam pengembangan.
  • Mengembangkan Studi Kasus dan “Best Practice” untuk sosialisasi dan implementasi  
Sesuai dokumen “Nilai dan Budaya Institusi ” yang kami susun untuk Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Institusi , untuk Tahap-1  akan dilaksanakan:
  1. Menyediakan SDM, proses dan alat/ sarana untuk mengevaluasi “Nilai dan Budaya” sebelumnya.
  2. Menyediakan sumber daya untuk merancang dan menerapkan  sebagai “Nilai dan Budaya Institusi”.
  3. Menerapkan aplikasi  sebagai “Nilai dan Budaya Institusi ” beserta komponen standar yang dibutuhkannya.
  4. Membuat Kerangka Kerja (Framework) dan Peta Jalan (Roadmap)  yang dipilih, serta memberikan pendampingan untuk piloting implementasi  sebagai “Nilai dan Budaya Institusi ”. 
Langkah-langkah ini sesuai dengan rencana  yang disetujui oleh semua pemangku kepentingan, sebagai bagian Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Institusi untuk menyongsong pengemangbangan SDM (Human Capital Develoment) sebagai modal utama institusi.

 

Monday, October 1, 2012

I Love Monday: Antara Rapat Manajemen, Rekrutmen, Kuliah Cisco Security, Buka Bersama Dengan Riris dan Anak Tetangga Korban Tabrak Lari

 

Hari ini diisi dengan berbagai kegiatan yang lengkap dan berwarna. Mulai yang menggembirakan sampai yang menyedihkan terjadi silih berganti sbb:

 

Rapat Manajemen dan Rekrutmen

 

Rapat di Comlabs-ITB kali ini membicarakan beberapa topik penting diantaranya:

 

  1. Help Desk
  2. Sarpras/Duktek 
  3. Campus Center
  4. Jatinangor
  5. Kekurangan Ruangan
  6. SDM
 
Rapat berlangsung dari Jam 09.00-11.00 dan menghasilkan beberapa keputusan penting.  Diharapkan keputusan ini kan meberikan arah dan gerakan (Direction and Movement) yang menjaga keberlangsungan institusi ke depan.
 
Setelah rapat dilakukan diskusi dengan staf baru yang mengisi posisi Front Office. Banyak harapan digantungkan padanya karena dia punya latar belakang cukup mumpuni dengan penguasaan Bahasa Inggris yang cukup. Pastinya kami tekankan padanya bahwa institusi menekankan pada kinerja yang berkorelasi langsung dengan benefit dan profit yang akan dia terima
 
Kuliah Cisco Security Applied Networking-3
 
Tanpa makan siang dulu (karena shaum), saya langsung meluncur ke Laboratorium Networking Teknik Informatika Universitas Widyatama. Setelah sholat dhuhur, saya buka kuliah Applied Networking-3 dengan tugas kelompok agar mahasiswa membuat proposal Program Kreatifitas Mahasiswa DIKTI 2013. Menurut pengalaman sebelumnya, mahasiswa akan terpacu untuk membuat tugas karena tertarik dengan "exposure" keberhasilan teman-temannya di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional  (PIMNAS).
 
Kuliah dilanjutkan oleh Dosen Tamu Kang Akhmad Muhammad dengan teori dan praktek "Cisco Security" terutama topik "Access List". Berikut adalah ulasannya:
 
Access List (ACL) digunakan untuk : 
  1. Mengontrol jalannya trafik data dalam network 
  2. Mem-filter paket-paket yang melewati router 
ACL adalah : 
  1. Sekumpulan list-list yang berisi kondisi-kondisi untuk diterapkan pada trafik yang  melewati interface router. 
  2. List ini menginstruksikan router paket mana saja yang akan di accept atau deny.
  3. Accept atau deny dapat berdasarkan kondisi-kondisi tertentu, contoh: 
    • Address source dan atau destination 
    • Protokol yang digunakan 
    • Nomor port yang di akses  

Beberapa alasan menggunakan ACL : 

  1. Membatasi trafik  tertentu sehingga meningkatkan performa network 
  2. Menyediakan kontrol trafik 
  3. Menentukan tipe trafik yang boleh lewat dan yang di blok pada interface router
  4. Contoh: mengijinkan trafik e-mail dan mem-blok trafik telnet 
  5. Tanpa ACL, semua paket bisa melewati router bebas hambatan. 
 
Terima kasih pada Kang Akhmad Muhammad yang telah memberikan  sebagian ilmunya pada kami........
 
Buka Bersama Dengan Riris
 
Kegiatan dilanjutkan dengan menjemput Riris di SBM-ITB. Kemudian kami menuju Riau Junction karena Riris suka dengan makana Jepang. Ia berencana meramu beberapa resep masakan Jepang yang mungkin terinspirasi oleh kepopuleran acara Master Chef :-)
 
Setelah berbelanja, kami lanjutkan dengan buka bersama di Restoran Jepang Sushi Tora di Supermarket Yogya Riau Junction. Makanannya enak walau harganya premium dan cukup tinggi dibanding Kedai "Bar Time and Sushi" depan DPRD Jabar Jl.Diponegoro Bandung. Tidak lupa kami juga bawa untuk Firman walaupun bukan berisi ikan karena dia masih alergi.
 
Anak Tetangga Korban Tabrak Lari
 
Pulang ke rumah, kami mendapat berita bahwa ada Anak Tetangga yang menjadi Korban Tabrak Lari. Anak itu ditabrak pengendara motor di Jalan Supratman dekat rumah kami. Penabraknya tanpa perduli (baca: pengecut) melarikan diri dan tidak memikirkan bilamana anak itu adiknya atau keluarganya sendiri.
 
Seperti yang saya kemukakan beberapa waktu yang lalu bahwa "Mengemudi Adalah Bukan Pekerjaan Sampingan". Serius….., kalaupun kita minimal bisa mengemudikan sepeda motor, seringkali kita merasa itu adalah sesuatu yang “given” dan punya anggapan serba gampang dan nggak ada aturan yang pasti.
 
Tahukah anda, cara mengemudi motor yg baik dan benar salah satunya adalah : Kedua tangan jangan lurus 180 derajat kedepan,tapi harus ada sedikit sudut pada siku tangan?
 
Tahukah anda, bahwa Mengemudikan Kendaraan Itu Bukan Pekerjaan Sampingan (kerennya: Driving Is Not A Part-Time Job) serta memerlukan konsentrasi penuh? 

Ehm…kelihatannya sepele ya..tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Coba lihat dan teliti film Amerika yang memperlihatkan seseorang harus ujian mengemudi berkali-kali agar lulus mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) seperti di film “Speed-2″ dengan Sandra Bullock sebagai pemeran utamanya. Tilik juga Nelson Piquet, ex-pembalap F-1 yg terkenal dari Brazil, yang harus belajar mengemudi lagi karena sering melanggar lalu lintas.

Kelihatannya masih banyak pengemudi di Indonesia harus ujian SIM ulang agar mereka tidak menganggap kendaraannya dan mengemudi di jalanan adalah "Ekpresi Kebrutalan" dirinya :-(

 http://www.youtube.com/watch?v=fPdgLWHC3xg

Saturday, September 29, 2012

Reuni @sman5bdg: Antara Donor Darah, Himne Guru dan Kontribusi Alumni Bagi Sekolahnya

 
Dari pagi sampai siang saya mengikuti reuni di SMA Negeri 5 Bandung. Tak terasa umur yang sudah ABG (Angkatan Babe Gue) ini menjadi "muda" kembali. Terutama melihat "Cinta Pada Pandangan Pertama" yang sampai sekarang masih tidak berani saya ungkapkan.....waduh kok jadi begini...... Ada memang yang sudah sangat berubah rupa dan penampilan, namun semua itu hanya "Iceberg" saja :-)
 
Susunan Acara reuni kali ini adalah:
  1. 08.00 - 11.00 Pelaksanaan Donor Darah di Kampus Belitung. 
  2. 11.00-12.00 Sessi Photo Bersama seluruh Angkatan di depan kampus Belitung 8 dan kelas masing2.
  3. 12.00-13.00 Ishoma.
  4. 13.00-16.00 Tepang Sono dengan jajaran Civitas Sekolah dan eks Guru SMA 5 Bandung
 

Acara langsung "digebrak" dengan Donor Darah dan saya kebagian urutan nomor 5 (The Lucky Number)....... Saat itu datang juga sahabat Heru Pramono yang saya "paksa" agar darahnya mau "disedot" PMI. Kemudian dengan "enggan" dia mau masuk ke bilik Donor Darah...... Taraaa! Kurang lebih setengah jam kemudian dia keluar dengan wajah berseri tanpa "penyesalan" :-)

 

Sungguh terasa bahwa "Setetes Darah Kita, Menyelamatkan Nyawa Orang Lain", panitia Reuni kali tidak ingin kehilangan momentum. Meeka sadar bahwa reuni bukan hanya masalah "having fun" (baca: hura2) namun lebih kepada semangat sesuai spanduk reuni yang berbunyi "Berjumpa......Berkumpul......Bermakna".

 

Acara kedua adalah Foto Bersama.....Inilah waktunya bernarsis-ria.....Teu emut mun ayeuna geus kapala opat manjing kalima.....Ikut berteriak dan bergaya bebas bak John Travolta atau Mick Jagger......Berkali-kali difoto sampai lupa apakah saya pernah di kelas 3B1 atau 3B2......Pokonamah kafoto we lah :D

 

Para alumni berfoto di depan kampus Belitung 8 pada saat cuaca panas......Ya itu tadi, kalau soal berpose mah tidak kalah sama anak cucunya....Meriah dan kekanak-kanakan.....Wajar saja sudah lebih dari seperempat abad tidak bertemu :D

 

Kemudian alumni "digiring" ke aula di tingkat 3 sebelah belakang kiri SMA 5 Bandung.....Pangling memang atas perubahan yang ada...Semakin padat dan lengkap, namun hampir semua "renghap ranjug" sampai aula di tingkat tiga bakating ku cape :)

 

Sampai di Aula kelupaan belum sempat Sholat Duhur.......Dan pemirsa.....Turun lagi ke lantai dasar untuk sholat di Musholla yang cukup asri. Saat itu "tampuk pimpinan" (imam) sholat diserahkan kepada saya, mungkin saja karena saat itu "Saltum" (Salah Kostum) pakai batik ke acara alumni sehingga terlihat "berwibawa".

 

Setelah makan siang dari katering milik sesama alumni, acara dilanjutkan dengan "Tepang Sono dengan jajaran Civitas Sekolah dan eks Guru SMA 5 Bandung". Saat itu hadir guru-guru seperti Ibu Sukapti (Guru Matematika yang kebetulan juga tetangga rumah), Ibu Ani (Biologi) Ibu Winarsih (Sejarah), Ibu Mami Tumbelaka (Bhasa Inggris), Pak Arief (Fisika), Pak Rusli+Bambang (Olahraga), Pak Margana (Matematika) serta Kepala Sekolah saat ini Bapak Jumdiat Marzuki beserta dua Wakasek. 

 

Acara dibuka dengan semua alumni menyanyikan himne Guru sebagai berikut:

 
Saya sebagai pendidik merasakan "bulu kuduk berdiri" pada saat menyanyikannya.....Tak terasa air mata berkumpul di pelupuk mata...........Betapa peran pendidik itu memang sangat besar dan tidak pernah berakhir....
 
Ada yang menarik dari acara ini...Yaitu Tausiyah dari Ustad yang menyinggung bahwa "Reuni ini jangan dijadikan sebagai sarana 'CLBK' (Cinta Lama Bersemi Kembali)" namun harus jadi ajang amal bagi Alumni........Pasti Pak Ustad, saya datang ke reuni ini untuk bersilaturahmi dan berkontribusi pada SMA Negeri 5 Bandung tercinta..........
 
Acara selanjutnya adalah penyampaian "Salam Kadeudeuh" dari alumni untuk guru-guru kami.....Jangan dilihat besarnya, namun makna kecintaan dan rasa terima kasih kami pada beliau semua. Plus foto bersama dengan alumni yang dibagi dlam beberap "kloter" karena masih banyak yang narsis bersama ibu bapak guru tercinta.....
 
Akhirnya acara ditutup dengan janji alumni untuk memberikan satu ruangan kepada SMA Negeri 5 Bandung......Harapannya akan menjadi ladang amal dan "Tanda Mata" dari semua alumni yang hadir...........
 

Thursday, September 27, 2012

My Report Speech on "International Training Program on Information and Communication Technology Support for Palestinian SMEs Development”

 
Excellencies,
 
Ladies and Gentlemen,
 
On behalf of the COMLABS Bandung Institut of Technology I wish you warmly pleased to our report of “International Training Program on Information and Communication Technology Support for Palestinian SMEs Development” at  Bandung from 19 – 27 September 2012. I am very pleased to see such a distinguished audience today here in the collaboration venue of the Ministry of Foreign Affairs and Bandung Institut of Technology. With this Training we want to remind the quote of Ambassador Suprapto Martosetomo, Special Advisor to the Minister on Institutional Relations, the Ministry of Foreign Affairs in his Opening Remarks (19/09/12) underlined the importance of independent Palestine not only politically, but also in social-economic development so that the future of Palestine state will be viable and enduring.  “One of the concrete ways to support economic development is through the significant role of small and medium enterprises (SMEs).
 
 
We can reported that this training hope can be In line with statement of  Ambassador of the State of Palestine in his remarks mentioned that the program of Capacity Building for Palestine by Indonesian Government can  support on the independence and the development of Palestine and wished that in the future Palestine would be able to do the same way as Indonesian does. The Ambassador also encouraged the participants to learn how Indonesian’s SMEs are connected and being competitive.
 
The training topic it self consist of:
  1. Sofware As A Services
  2. IT Services for SME’s
  3. IT Business Plan for SME’s
  4. Benefit of IT for SME’s
  5. eCommerce
  6. OnLine Market
  7. Knowledge Management for SME’s | Djadja A. Sardjana, MM
  8. Facebook for SME’s
  9. IT Infrastructure for SME’s
  10. Digital Enterprise
  11. Social Media for SME’s
  12. eLearning for SME’s | Djadja A. Sardjana, MM
 
Ladies and Gentlemen,
 
Bandung Institut of Technology is not passively following the changing world. We are adjusting to new situations in the international environment. We at Bandung Institut of Technology understood the challenges of modern diplomacy from the Global perspective. Bandung Institut of Technology is one of the leading univesity amongst the ASEAN countries and we are eager to share again our experiences in the future. We thank you Ministry of Foreign Affairs, His Excellency Ambassador of Palestina and Indonesia which make this venue happen and our friends  from Palestina can come to Bandung and share our views and ideas especially about ICT for SMEs.
 
Thank you very much for you attention and cooperation.
 

Tuesday, September 25, 2012

Become Trainer of International Training Program on ICT Support for Palestinian SMEs Development

 
As part of Indonesia’s commitment to support Palestine in building its capacity development by providing trainings for 1000 Palestinians (2008 – 2013), Directorate of Technical Cooperation, Directorate General of Information and Public Diplomacy, Ministry of Foreign Affairs, is holding “International Training Program on Information and Communication Technology Support for Palestinian SMEs Development, Bandung, from 19 – 27 September 2012.
 
It is organized in cooperation with the Institute for Innovation and Entrepreneurship Development, Bandung Institute of Technology (LPIK ITB).
 
Ambassador Suprapto Martosetomo, Special Advisor to the Minister on Institutional Relations, the Ministry of Foreign Affairs in his Opening Remarks (19/09/12) underlined the importance of independent Palestine not only politically, but also in social-economic development so that the future of Palestine state will be viable and enduring.  “One of the concrete ways to support economic development is through the significant role of small and medium enterprises (SMEs).
 
 
SMEs create more employment, provide better opportunity and empower local economic potentials, and prove to be able to survive and remain to be the back bone of economic development during economic crises. And Indonesia has valuable experience to share on this with our Palestine brother in today’s training in Bandung, the city of scholar, fashion, cuisine”, said Ambassador Suprapto.
 
In line with that, Ambassador of the State of Palestine in his remarks mentioned that the program of Capacity Building for Palestine by Indonesian Government are various and it is not only limited on the program done by Technical Cooperation Directorate, but also in the framework of New Asia Africa Strategic Partnership (NAASP).
 
For that, the Ambassador conveyed his grateful acknowledgment to the government and the people of Indonesia for their support on the independence and the development of Palestine and wished that in the future Palestine would be able to do the same way as Indonesian does. The Ambassador also encouraged the participants to learn how Indonesian’s SMEs are connected and being competitive. 
 
 
Meanwhile, the Director for Technical Cooperation reported that the training program is one of numerous training programs for Palestine conducted by the Directorate of Technical Cooperation of the Indonesian Foreign Ministry. In the period of 2008-2011 the Directorate has launched 7 capacity building programs. 
 
In the current program, there are 7 Palestinians taking part on the training.  It will make the total number of Palestinians trained under the Directorate of Technical Cooperation programs becomes 42 persons entirely from 2008-2012.
 
For Palestine, The Directorate has designed several scenarios of trainings and other capacity building programs. Many discussions and meetings have been organized. The directorate also plans to hold trainings in Ramallah, Palestine, in order to establish more effective trainings with larger number of participants.
 
 
During the training, the participants will have the opportunity to enrich their knowledge, advance their skills and upgrade their competency particularly related to information and communication technology on SMEs sector.
 
The participants will acquire theoretical, technical and practical courses from number of exceptional speakers, practitioners and experts. The participants are also arranged to have opportunity to visit Museum of Asia Africa in Bandung, Saung Angklung Udjo, and other potential markets from SMEs actors in Bandung.
 
“It is hoped that the training will not only be merely one way education session, but will also be the forum for exchanging ideas and experiences between Indonesia and Palestine in order to build synergies and strengthen cooperation in SMEs development”, said Director Siti Nugraha Mauludiah ended her official report.
 
 

Sunday, September 23, 2012

@KokiPembelajaran Sabtu Berwarna: Kuliah Pengganti Applied Networking-3 dan Meninggalnya @PengajarMuda @HendraAripin

Kuliah Pengganti Applied Networking-3
 
Kemarin saya memberikan kuliah Kuliah Pengganti Applied Networking-3 karena  jadwal semestinya pada hari Senin saya harus ke luar Jawa. Sama seperti hari sebelumnya, masih dalam keadaan serak namun memaksakan diri karena merasa punya hutang pada mahasiswa.
 
Kuliah harus dimulai dengan acara mencari kunci Ruangan Laboratorium Networking (B410) karena para "pemangku kepentingan kunci" masih terlelap tidur. Akhirnya kuliah bisa dimulai dengan teori terlebih dahulu sbb: 
 
Router mempunyai fungsi untuk menghubungkan 2 atau lebih network yang berbeda.  Router mempunyai routing table yang digunakan sebagai dasar dalam pencarian jalur menuju network yang dituju oleh paket. Bila terdapat lebih  dari sisa jalur menuju network tujuan, maka router akan mencari jalur yang terbaik menurut aturan " best path " yang dimilikinya, jalur-jalur tersebut dinilai sama baik, maka bukan tidak mungkin router  akan melakukan " load balancing " yaitu menggunakan semua jalur2 tersebut. Isi dari routing table bisa didapat melalui berbagai cara: 
  1. Ketika sebuah interface di router akan diberikan IP dari sebuah network , dan statik layer 1 sudah "up" dan layer 2 juga sudah "up", maka otomatis network dari IP yang di- assign ke interface tersebut akan di- input ke dalam  routing table . 
  2. Static route, ini adalah jenis route yang diinput secara manual ke dalam routing  table. Route jenis ini hanya cocok digunakan bila skala network tidak terlalu besar atau ketika diperlukan route khusus ke sebuah network, karena sering bertambahnya jumlah segment/network , maka jumlah statik route dan juga  "gateway" tempat paket dikeluarkan akan meningkat. 
  3. Dynamic route , route jenis ini akan di-input ke dalam routing table dan bantuan  dari routing protocol . Jenis route ini akan cukup dideklarasikan saja (menggunakan comment "network"), lalu routing protocol pada router akan meng- input ke dalam routing table dan mencarikan "gateway" atau jalur keluar bagi paketberdasarkan algoritma yang dijalankan. 
  4. Default route ini adalah route yang akan  digunakan ketika router tidak dapat menemukan jalur lain menuju network tujuan yang lebihspesifik, default route sebenarn ya adalah static route dengan format 0.0.0.0/0.

Kuliah dilanjutkan dengan Praktek pada Perangkat Cisco yang ada di Ruangan Laboratorium Networking (B410) dengan  konfigurasi sbb:

Meninggalnya @PengajarMuda @HendraAripin

Pada hari yang sama kami mendapat berita duka Telah berpulang ke hadapan-Nya Hendra Aripin (1986-2012), alumni Pengajar Muda Kabupaten Halmahera Selatan, tahun 2010-2011,  di Kuching, Malaysia. Beberapa bulan terakhir, Hendra menjalani pengobatan intensif di sana. 

Hendra, atau lebih akrab disapa dengan nama Aheng, lulus sebagai Sarjana Teknik dari jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung tahun 2009. Hendra aktif di Himpunan Mahasiswa Sipil ITB dan Komunitas Sahabat Kota di Bandung. Menjadi sukarelawan Komunitas Sahabat Kota untuk Program Edukasi Kreatif April 2010 merupakan pengalaman yang paling penting menurutnya. Sebab mengenalkannya kepada dunia pendidikan anak-anak sekolah dasar, lewat cara pendidikan yang sama sekali berbeda dengan pendidikan formal. Mengajar lewat bermain, mengenalkan pengetahuan umum dengan cara yang menyenangkan dan mudah diserap anak-anak SD.

"Nothing permanent in this wicked world, not even our troubles," demikian nasihat bijak Hendra yang masih terngiang walau dia sudah mendiang.

Pantas jika Keluarga Besar Indonesia Mengajar mengungkapkan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Hendra. Semoga amal perbuatan Hendra diterima dalam kondisi terbaik di hadapan Sang Pemilik Hidup dan dia diampuni segala kesalahannya.

Terima kasih semua sumbangsihmu....Kami dari Komunitas Pojok Pendidikan terinspirasi perjalanan hidupmu seperti yang kau katakan: "Terkadang keberadaan momen yang berharga untuk kita muncul karena sebuah peristiwa di mana kita tidak terlibat di dalamnya."

 

Saturday, September 22, 2012

@DosenInspiratif Kebahagiaan Seorang Pendidik Kewirausahaan Dalam Kondisi Suara Masih Serak (Nyaris Hilang)

Jum'at kemarin adalah hari yang melelahkan dan menggembirakan. Betapa capainya melakukan tugas ke Sumbawa,  baru sampai Jum'at dini hari, paginya jam 07.00 langsung meluncur ke Universitas Widyatama untuk memberikan Kuliah Kewirausahaan Prodi Akuntasi sampai jam 16:00.....

Kuliah sepanjang hari harus diiringi dengan Kondisi Suara Masih Serak (Nyaris Hilang). Mungkin kecapaian karena perjalanan jauh dan kerja yang padat di minggu ini. Namun, hal itu terbayar dengan Kebahagiaan Seorang Pendidik Kewirausahaan melihat hasil pikiran dan karya mahasiswa yang hadir saat itu.

Pada kuliah kemarin saya sengaja minta mereka mebacakan karangan atau impian mereka tentang "Bila Aku Menjadi Wirausaha". Sengaja judulnya memodifikasi salah satu acara di TV agar mahasiswa lebih meras gaul dan tidak terbebani tugas ini.

Salah satunya adalah presentasi Tendy Septiadi (0112A008) yang awalnya tidak tertarik di bidang ini. Namun karena ada satu bakat yang terpendam dalam dirinya yaitu "Bakat Ku Butuh" maka jadilah dia wirausahawan. Menurut dia banyak tantangan dari orang terdekat terutama orang tua sampai mereka berkata: "Kalau kamu bisnis, berarti kamu udah ga nganggap kita mampu buat ngebiayain". Ada juga tantangan dari ex-calon "belahan jiwa" yang merasa tidak cocok kalau "si dia" adalah "Tukang Bubur".........

Tendy adalah pemilik "Bubur Ayam Pardoel",  beralamatkan di jl.Pasir Luyu Barat no 34 yang saat ini sudah dijadikan menu pilihan sarapan pagi, bagi warga Pasir Luyu Barat khususnya, dan warga lainnya yang mau berangkat ataupun pulang kerja, karena saat ini Bubur Ayam Pardoel sudah mulai buka dari pagi pukul 06.00- 10.00 Pagi dan sorenya buka pukul 16.00- 22.00 wib

Singkat kata Tendy sudah jadi "Pengusaha Bubur" yang sukses dan baru saja merenovasi tempat usahanya dengan modal sendiri. Saat ini dia bisa berdikari dan menghidupi dirinya dan bebera pegawai yang tidak mampu di tempat usahanya. Bahkan dia mampu menyekolahkan kembali anak buahnya yang putus sekolah sehingga bolehlah dia dipanggil sebagai "Social Entrepreneur".

Satu lagi adalah Rhesy Rangga P (0111u283) dengan kutipan sebagai berikut:

Seandainya aku jadi seorang pengusaha yang menjadi owner tersebut aku memilih membuka Restoran/Rumah Makan,kenapa aku memilih untuk membuka rumah makan?karena semahal-mahalnya apapun makanan itu jika memang menarik dan sangat disenangi oleh konsumen pasti akan laku ,lagi pula makan adalah salah satu kebutuhan pokok setiap orang.

Saya juga barusan soft opening rumah makan yang bernamakan Jogja Steak,disini saya menawarkan lebih berbeda dari steak-steak yang lain yang membuat saya yakin bias menarik konsumen lebih banyak.keunggulan Jogja Steak adalah disitu ada menu yang tidak dimiliki oleh steak yang lain,biasanya steak cumin ada daging sapi,ayam,dll.Tetapi di Jogja Steak memiliki steak yang unik seperti Steak Tempe ,Steak Tahu dan masih banyak yang bias membuat konsumen dengan steak steak yang berbeda dan harga relative terjangkau.

Di Jogja Steak saya tidak hanya menawarkan orang untuk makan ,kenyang dan pulang.disini saya membuat konsep lebih alamiah ya itu menggunakan suasana lebih seperti beradat contoh : menggunakan kursi kayu yang unik,menggunakan konsep bangunan joglo,ada yang bias makan di lesehan di taman (bukan di pinggir jalan) menggunakan music dan suasana lebih membuat mereka menikmati rasa dan kenyamanan di tempat makan itu,disitu saya tidak memasang hotspot.kenapa saya tidak memasang hotspot karena ada beberapa alas an yang saya miliki yaitu : jika kita memakai hotspot banyak orang yang makan/minum standar tetapi mereka nongkrongnya lebih dari 2 jam hanya buat bermain internet,banyak juga mahasiswa yang meramaikan tetapi tidak makan atau hanya minum dan menggunakan hotspot.

Setelah tanpa hotspot saya amati tetap banyak orang yang datang ke Jogja Steak karena memang mereka berniat untuk makan dan menikmati music dan suasana secara tidak langsung saya mengambil kesimpulan kalau tanpa ada hotspot pun berarti kita bias membuat konsumen ramai dengan cara kita menjual suasana yang alami dan nyaman buat mereka.

Ada beberapa hal yang membuat saya memilih jadi wirausaha & restoran Steak :

  1. Karena Papa saya memiliki banyak teman yang hampir semuanya adalah pengusaha seperti Bakpia 25,Waroeng  Steak,Batik Jogja,dll
  2. Saya memang bercita-cita kalau penghasilan saya yang mengatur adalah diri saya sendiri.
  3. Steak adalah makanan yang biasa dipandang buat orang menengah keatas tetapi sebenarnya steak yang ada di Jogja Steak ini dimulai dari harga 9 ribu – 18 ribu rupiah karena kita ada menu steak yang ekonomis sehingga bisa semua konsumen bisa menikmatinya
  4. Kita tidak hanya menjual Makan / Minum yang terpenting kita menjual suasana yang bisa membuat mereka terpuaskan saat menikmati makanannya
  5. Dan yang paling penting yaitu Papa saya memiliki salah satu orang kepercayaan yaitu manajer dari rumah makan terkenal yang sangat terkenal tetapi saya tidak bisa menyebutkannya

Di atas saya menyinggung manajer yang sangat professional yang membantu saya,jadi gini cerita yang sebenernya Manajer itu memiliki skill yang bagus yang mengatur café yang tidak bisa saya sebut kita samarkan menjadi café M,jadi dia anajer café M se Indonesia,sedangkan café M itu hamper memiliki ratusan cabang di Indonesia,tetapi dia keluar karena ada masalah dengan pemiliknya.lalu dia membuat Café sendiri yang sekarang per hari bisa ber omset 3-5jt dan saya membuat kerjasama dengan Manajer itu,semua pegawai saya dia yang mencarikan karena banyak juga pegawai dia yang keluar dari café M secara tidak langsung berarti pegawai sudah berpengalaman kan? Dan kita membuat kesepakatan bahwa dia menjadi Manajer Jogja Steak dengan kesepakatan dia 20% dan saya sebagai pemilik 70% dari omset bulanan,tetapi 20% itu tidak hanya buat manajer 10% nya lagi buat bonus pegawai diluar gaji utama pegawai sehingga pegawai semangat dan melakukan yang terbaik untuk memuaskan konsumen yang ada

Sekarang Jogja Steak baru berjalan 2 minggu dengan omset per hari 1 juta – 1,5 juta perhari jam kerja mulai jam 14.00 – 23.00 kita lebih ramai di jam malam karena suasana malam lebih banyak digemeri dari pada siang hari,dan Insyaallah malem minggu ini kita akan melakukan Grand Opening dengan promosi secara sederhana ke tempat tempat yang bisa menarik konsumen dengan baik.

Itu salah satu usaha yang saya terapkan untuk saat ini,saya terobsesi oleh sahabat sahabat dari Papa saya.dan saya pernah ingat dari salah satu sahabat papa saya yang memiliki tempat makan di jogja yang bernama Ayam Goreng Mbok Berek dia berkata “Pengusaha jangan hanya memikirkan penghasilan tetapi harus memikirkan kebahagiaan karyawan yang bekerja,karena penghasilan yang kita peroleh proses dari karyawan yang dapat memuaskan pelayanan kepada pelanggan “jadi setiap 1 bulan sekali kita pasti melakukan jalan / ada bonus tambahan atau apapun itu yang bisa membuat karyawan menjadi nyawan bekerja untuk  kita.

 

Tuesday, June 19, 2012

#ThinkEdu Pendidikan Sebagai Parameter Produksi Dan Pengaruhnya Dalam Model Pertumbuhan

 

Pada awal neoklasik, pendidikan tidak dianggap signifikan sebagai parameter produksi dan karenanya tidak dimasukkan dalam model pertumbuhan (Harberger, 1998: 1-2). Namun tahun 1960-an bukti-bukti empiris merangsang pada "human investment revolution in economic thought " (Bowman, 1960). Penelitian karya (Schultz, 1961) dan (Denison, 1962: 67) mengarah adanya serangkaian kontribusi pendidikan dalam pertumbuhan ekonomi. Studi lain memandang dampak pendidikan pada penghasilan atau perkiraan tingkat investasi swasta (Becker 1964, Mincer 1974). Sebuah survei tahun 1984 yang mencakup 29 negara-negara berkembang menemukan  perkiraan pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi berkisar dari 1 persen di Meksiko sampai setinggi 23 persen di Ghana (Psacharopoulos, 1984).

Hal-hal di atas menjadi bukti empiris tingkat lebih lanjut pendekatan mikro dan makro untuk menerangkan hubungan ini:

1)    Pendekatan Mikro

Pada tingkat mikro, berbagai penelitian menunjukkan bahwa adanya kenaikan kesejahteraan yang terkait dengan tambahan tahun pendidikan, dengan tingkat pengembalian yang berbeda-beda dengan tingkat pendidikan (Behrman 1990, Psacharopoulos 1994). Dari penelitian, lulusan sekolah dasar cenderung lebih kecil daripada pendidikan menengah dan tinggi (Psacharopoulos, 1994: 1325-45).

Dari sudut pandang ekonomi mikro, investasi sumber daya manusia dianggap sebagai salah satu penentu utama keberhasilan dalam dunia kerja dan investasi. Pendidikan menjadi sangat penting sebagai peluang terbesar untuk mengakses pasar tenaga kerja, serta kemajuan karier dan perbaikan status profesional, termasuk dalam hal pendapatan.

Di bidang pertanian, bukti menunjukkan efek positif pendidikan terhadap produktivitas di kalangan petani menggunakan teknologi modern. Sebaliknya berdampak produktifitas lebih rendah, kepada mereka yang menggunakan metode tradisional. Di Thailand, petani dengan empat tahun atau lebih di sekolah tiga kali lebih mungkin untuk mengadopsi pupuk dan pertanian modern lainnya dibanding petani kurang berpendidikan (Birdsall, 1993: 75-79). Demikian pula, di Nepal, petani dengan pendidikan sekurang-kurangnya tujuh tahun di sekolah  menjadikan peningkatan produktivitas produksi gandum dari lebih dari 25%t, dan beras 13% (Jamison dan Moock, 1994:13).

Pendidikan juga merupakan kontributor penting bagi kemampuan teknologi dan perubahan teknis dalam industri. Analisis statistik industri pakaian di Sri Lanka,, menunjukkan bahwa keahlian dan tingkat pendidikan pekerja dan pengusaha, positif berkaitan dengan laju perubahan teknis dan keuntungan dari perusahaan (Deraniyagala, 1995).

2)    Pendekatan Makro

Pada tingkat makro, diyakini bahwa daya saing suatu negara dan produksinya tidak hanya tergantung pada tingkat akumulasi dan persediaan investasi dalam modal fisik, tapi juga investasi yang tertanam pada sumber daya manusia. Kita juga tidak dapat mengabaikan fakta penting lain: bentuk-bentuk investasi dalam pendidikan dan pelatihan, tidak hanya menentukan meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tetapi berdampak positif pada kesehatan, penurunan kejahatan dan kohesi sosial. Oleh karena itu, pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia berdampak sosial lebih besar selain  produktivitas di bidang  ekonomi. Hal ini sesuai dengan definisi dan peran investasi sumber daya manusia dalam konteks ekonomi oleh Adam Smith pada buku "The Wealth of Nations" (1776), yang mengusulkan analogi manusia dan mesin, ternyata sumber daya manusia dapat berkembang biak untuk menghasilkan mekanisme yang diperlukan sumber daya ekonomi.

Dalam prospektif makro, 'teori pertumbuhan baru' memasukkan beberapa efek yang sama, menekankan perlunya pendidikan serta pembelajaran serta R & D. Menurut Lucas (1998), misalnya, semakin tinggi tingkat pendidikan angkatan kerja semakin tinggi produktivitas secara keseluruhan karena pekerja lebih terdidik cenderung untuk berinovasi, dan dengan demikian mempengaruhi hampir semua produktivitas. Pada model-model lain yang serupa, peningkatan pendidikan individu tidak hanya meningkatkan produktivitas mereka sendiri , tetapi juga orang lain dengan siapa mereka berinteraksi, sehingga total rata-rata produktivitas meningkat (Perotti, 1993). Dapat pula  dikemukakan bahwa pekerja terampil di pabrik modern biasanya melek huruf, dapat menghitung, dan disiplin, yang diperoleh di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (Wood, 1994).

Monday, June 18, 2012

#SportEdu Hasil #UNAS SD dan Piala Eropa

Hari-hari di minggu kemarin adalah "The Judgement Day" bagi Firman dalam "kompetisi nasional akademis" (baca: Ujian Nasional) tingkat SD. Akhirnya hari Sabtu kemarin adalah hari pengumuman resmi pencapaian enam tahun masa sekolah dasar. Informasi hasil #UNAS diperoleh setelah melalui "proses investigasi" karena surat tidak dikirim ke rumah namun diinformasikan oleh wali kelasnya. Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan :-)

Di waktu yang bersamaan keluarga kami diberi suguhan menarik dengan adanya Piala Eropa. Kadang teriakan dukungan dan kekecewaan Riris dan Firman bersahutan untuk kesebelasan favorit mereka. Riris sangat menjagokan Jerman dan Firman pendukung setia Spanyol sehingga rela tidur larut malam (baca: subuh) terutama kalau besoknya libur. Sebulan ini malam-malam menjelang shubuh akan diisi dengan keriuhan yang menjadi "The Judgement Day"  bagi kesebelasan yang tersingkir atau maju ke babak selanjutnya.

<iframe width="600" height="400" src="http://www.youtube.com/embed/bYlhZaP6xWY" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Friday, June 15, 2012

#ICTEdu: Mengukur Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pada Pendidikan

Pada penelitian yang dilakukan Cor-Jan Jager, Jesse Bos, dan Robbin te Velde digambarkan bahwa  dengan TIK dianggap akan memberikan hasil pendidikan yang lebih baik pada banyak orang secara lebih efisien daripada yang dapat dicapai tanpa teknologi tersebut. Dipicu oleh "janji-janji", negara di seluruh dunia telah berinvestasi  besar-besaran pada Teknologi Informasi   dan  Komunikasi (TIK) dalam pendidikan selama dekade terakhir. Dengan demikian, timbul pertanyaan strategis: Apa faktor kunci (driver, enabler, dan penghambat) yang menentukan dampak ICT untuk pendidikan? Studi ini menganalisis dampak ICT untuk pendidikan dalam skala global dengan fokus pada pendidikan dasar dan menengah di beberapa negara. Mereka mencoba untuk menjelaskan beberapa perbedaan dalam kinerja pendidikan di negara-negara tersebut dengan melihat karakteristik kontekstualnya (misalnya kebijakan, infrastruktur teknologi, dll).
Ketersediaan TIK, didorong oleh investasi di bidang infrastruktur keras, merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan besar dampak TIK terhadap kinerja pendidikan. Jelas, ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Secara umum, investasi di bidang perangkat keras dan lunak harus diakomodasi dan didampingi oleh investasi dalam bidang keterampilan dan perubahan organisasi. Untuk itu, perlu dilihat  faktor-faktor seperti tingkat keterampilan TIK pada siswa dan guru serta perubahan organisasi yang cenderung membuat penggunaan TIK menjadi efektif. Perlu dicatat bahwa dampak ICT ini sangat sulit untuk diisolasi dari perubahan organisasi secara keseluruhan. Di Belanda, misalnya, penggunaan ICT dalam pendidikan berkaitan erat dengan pengenalan cara-cara baru mengajar dengan fokus yang lebih kuat pada otonomi dan kemandirian siswa.Sejumlah faktor kontrol juga harus diperhitungkan, seperti jumlah jam mengajar kelas tradisional. Akhirnya, dampak keseluruhan ICT pada kinerja pendidikan selalu harus dilihat dengan latar belakang faktor-faktor yang secara tradisional memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja, terlepas dari perubahan teknologi dan organisasi, seperti latar belakang pendidikan orang tua.
Faktor yang terkait TIK mungkin berdampak pada kinerja, tetapi pengaruh secara keseluruhan mungkin relatif tidak terlalu tinggi. Penelitian ini didasarkan pada analisis dari sejumlah besar data dari banyak negara  untuk mendeteksi  hubungan potensial antara langkah-langkah sistematis dari keberadaan dan penggunaan ICT dan ukuran  kinerja pendidikan tradisional. Ada dua keterbatasan penting untuk pendekatan ini. Pertama, hubungan diukur dengan menggunakan korelasi parsial yang tidak selalu berarti kausalitas. Kedua, karena tidak memiliki data yang sangat spesifik tentang jenis TIK sedang digunakan di berbagai sekolah. Studi kasus yang dilakukan memungkinkan kita untuk lebih fokus  pada data per negara dan untuk memeriksa secara rinci tersedia penelitian khusus negara (kontekstual) untuk membantu menterjemahkan hasilnya. Pemilihan lokasi geografis didasarkan sebagian besar pada ketersediaan data dan pengetahuan kontekstual tentang mereka.
<iframe width="600" height="400" src="http://www.youtube.com/embed/Uk8x3V-sUgU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Wednesday, June 13, 2012

Basa Sunda Poe Ieu Keur Meumeujeuhna #SubtitleSunda

Poe ieu di sakulawet nagri Sunda diwajibkeun make Basa Sunda. Kacida sugemana ningali kulawadet anu lain Urang Sunda. Asa leungit kahariwang saperti tulisan simkuring tanggal 31 Januari 2008 nu judulna "Apakah kita perlu menguasai bahasa daerah?". Komo mun ningali Kalawarta (Time Line) di Twitter saperti di handap beuki reureus jeng hayang seuri wae:

Tren Indonesia 

· Ubah

<iframe width="600" height="450" src="http://www.youtube.com/embed/iKHVHLtQgPA" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Tweet 

Stalk of jackfruit. Father's wedding. Tuesday did not tell me (Tongtolang nangka. Kawinan bapa. Poe salasa teu beja-beja) 

 

"Squidward, maneh ngebul, siga sayur anu di sepan, tapi leuwih pinter" -spongebob 

Knock Knock Kolenknock. The hedgehog dead sleepy (Trang trang kolentrang. Si londok paeh nundutan)  

Mr Delon, Mr Delon. Please open the wind gate (Pa Deong, Pa Deong. Pangmukakeun Lawang Angin)  

 

hirup leuwih pondok lamun maneh teu nyobian cinta urang, wkwkwkwk 

Doesn't want father+mother.Want to kid w/ tapering eyelash>Alim karamana alim ka ibuna,hoyong kaputrana nu centik bulu socana

Forrest Gump: "Saur 'ema, hirup teh jiga sawadaheun coklat. Maneh moal terang maneh deuk meunang naon." 

Eminem: Hampura ema, abdi teu maksad nganyeyeri ema. abdi teu maksad ema janten ceurik. Wengi ayeuna abdi bebersih kloset.

Yoda: "Heug. Budakna teh goreng adat. Jiga abahna weh kumaha." 

Upami anjeun palay nyitak gul,anjeun kedah ngahontal target. ~Fabio Capelo~  

Kuring, bade sataranjang panon poe tibeulat ka anjeun RT : Aku, akan setelanjang matahari mencintaimu.

AbdullahHasan:Maneh urg Amerika teu ngaroko deui.Hirup maraneh paranjang+ngabosenkeun  

<iframe width="600" height="450" src="http://www.youtube.com/embed/roq0guyG8Bs" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>