Related articles, courtesy of Zemanta:
Related articles, courtesy of Zemanta:
INILAH.COM, Bandung - Kegiatan Pesantren IT yang digagas Comlabs ITB bersama dengan Pojok Pendidikan mengajarkan supaya seorang guru tidak hanya menjadi seorang pengajar, namun mengarahkan seorang guru sebagai pendidik.
“Dengan hanya berpikir sebagai seorang pengajar, guru hanya memberikan materi ajar di depan kelas tanpa mampu mentrasfer nilai-nilai pokok dari sebuah pendidikan. Dan kami di sini mencoba untuk membuka wawasan guru tentang hal tersebut, tidak hanya mengajar tapi juga berperan sebagai pendidik,” ungkap Senior Advisor ComLabs ITB & Pojok Pendidikan Djadja Sardjana kepada INILAH.COM di sela-sela pelaksanaan Pesantren IT di Gedung ComLabs ITB, Jalan Ganeca Kota Bandung, Rabu (24/8/2011).
Peran seorang guru, lanjutnya, tidak hanya bertindak sebagai seseorang yang melakukan transfer ilmu kepada muridnya. Guru harus berperan sebagai benteng dari serangan-serangan pengaruh buruk bagi muridnyam baik pengaruh dari dalam maupun luar lingkungannya.
“Untuk itu, salah satu materi yang diberikan adalah filosofi dan psikologis pembelajaran. Dengan ini diharapkan seorang guru atau dosen mampu mencintai profesinya tersebut dengan utuh. Karena guru merupakan profesi yang harus menjadi tuntutan dan contoh bagi muridnya,” tambahnya.
Selain itu, untuk membekali guru dalam pembelajaran, diberikan juga materi tentang aplikasi information technology(IT) dalam materi pembelajaran. Dengan tuntutan zaman yang semakin mengarah pada IT, guru dituntut mampu mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan tuntutan zaman.
“Terkait IT ini memang sudah cukup banyak sekolah maupun guru yang memiliki fasilitas. Namun pengoptimalan fasilitas tersebut untuk sarana pembelajaran masih kurang,” tutur Kepala Deputi ComLabs ITB Arief Bahtiar.
Melalui Pesantren IT, guru diajarkan bagaimana menyiapkan materi pembelajaran dengan menggunakan IT. Tidak hanya materi pembelajaran untuk satu pertemuan, satu semester, namun materi pembelajaran untuk satu tahun pelajaran.
“Minimal mereka bisa menggunakan Microsoft Office Power Point sebagai media materi pembelajarannya. Dan itu akan lebih efisien dalam pemberian materi ajar tersebut,” tegasnya.[den]
http://www.inilahjabar.com/read/detail/1768561/pesantren-it-arahkan-pengajar-jadi-pendidik
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=0ZzCTGieOH0&w=640&h=410]
Related articles, courtesy of Zemanta:
A professional (as recite from Wiki) is a member of a vocation founded upon specialized educational training. Examples of professions include: medicine, law, engineering and social work. The word professional traditionally means a person who has obtained a degree in a professional field. The term is used more generally to denote a white collar worker, or a person who performs commercially in a field typically reserved for hobbyists or amateurs.
In western nations, such as the United States, the term commonly describes highly educated, mostly salaried workers, who enjoy considerable work autonomy, a comfortable salary, and are commonly engaged in creative and intellectually challenging work.[1][2][3][4] Less technically, it may also refer to a person having impressive competence in a particular activity.[5]
Because of the personal and confidential nature of many professional services and thus the necessity to place a great deal of trust in them, most professionals are held up to strict ethical and moral regulations.
Definition
Main criteria for professional include the following:
<iframe width="640" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/nc7oX71IGZM" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
You also can see the long version below:
<iframe width="640" height="510" src="http://www.youtube.com/embed/dYC6lqapKLI" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
References

Mengapa kita tidak mendapatkan hal yang terbaik dari seseorang? Sir Ken Robinson berpendapat bahwa itu karena kita telah dididik untuk menjadi pekerja yang baik, bukan pemikir kreatif. Siswa dididik dengan pikiran dan badan yang gelisah - jauh dari pembudidayaan energi kreatifitas dan rasa ingin tahu - hal ini telah lama diabaikan atau bahkan menjadi stigma, dengan konsekuensi yang mengerikan "Kita mendidik seseorang dengan mengabaikan kemampuan kreativitas mereka," kata Robinson.
Related articles, courtesy of Zemanta:
Ability to work full-time while studying key benefit
Online education programs from post-secondary institutions are gaining credibility in the labour market, according to a survey byDeVry Institute of Technology in Calgary.
"From a recruitment perspective, online degree programs and courses offered by post-secondary institutions have come a long way in the last five years," said Greg Quinn, vice-president of retail distribution and a hiring manager at TD Canada Trust's prairie region. "Today, technology allows for increased two-way communication, interaction and collaboration, similar to the blended learning approach that employees experience in the workplace."
Seven in 10 survey respondents believe employers see value in online education, with 49 per cent ranking online education moderately valuable and 21 per cent ranking it as highly valuable, found the survey which polled more than 500 Canadians in Alberta.
As online courses have developed over the years, employers have taken notice. Almost one-half of survey respondents (47 per cent) believe online education has become more credible over the last five years. Furthermore, 76 per cent believe current online education offerings are moderately (46 per cent) or highly credible (31 per cent).
"The findings of this survey seem to confirm that online course delivery has evolved into a critical, if not required, component of a quality post-secondary education," said Ranil Herath, DeVry Institute of Technology president.
With 23 per cent of survey respondents already having taken online courses, employers envision this percentage will increase given the advantages that online education provides over the traditional campus-only model. For example, when asked about the benefits of online education, 39 per cent said being able to work full-time while studying is a key benefit and 24 per cent said online courses are more conveniant.
"We appreciate the convenience and flexibility that online education offers our employees," said Quinn. "It means they can choose the best program for their development that fits into their personal and working life."
<iframe width="640" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/ld5yexNl5I0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
Tidaklah mengherankan bahwa banyak siswa yang terobsesi dengan perangkat mobile mereka. Apa yang mungkin tadinya dianggap mengejutkan, pada kenyataannya suatu hari nanti perangkat digital dapat menggantikan semua buku teks dan mungkin lebih cepat dari yang kita pikirkan! Korea Selatan mengumumkan bahwa pada tahun 2015, semua buku teks kertas akan diganti dengan buku-buku digital yang tersedia pada perangkat mobile seperti tablet dan pembaca elektronik.
Karena siswa dan mahasiswa menjadi lebih tergantung pada perangkat digital, akankah buku punah? Pelajari lebih lanjut tentang tren tersebut di bawah ini.
Dikutip dari http://www.schools.com/visuals/digital-learning-final-chapter-for-textbooks.html