Thursday, April 3, 2008

Setiap istri adalah cantik sekali

Setiap istri adalah cantik sekali
Itu tergantung pada dirinya dan suami
Yang selalu berusaha berinteraksi
Serta menumbuhkan kasih sayang sejati.........

Mungkin kita lupa dia bukan benda mati
Yang diukur dari penampilan dan harga beli
Namun mahluk yang diamanahkan memberikan solusi
Anak Adam yang membutuhkan pasangan sehidup semati

Husband and wife relationship

Husband and wife relationship like playing kite
Its Take and Give their heart reserve
Without count who will take credit or debt
They are move synchronize with right time and place

Their responsibilities is only make their ship
Always ready to face calm or thunderstorm seas
Which make their children feel peace and happy
Together they're pursue ultimate destiny and faith

Wednesday, April 2, 2008

Pindahan Kantor: Rumah keduaku di Ibukota

Minggu-minggu ini kami disibukkan oleh kegiatan Pindahan Kantor. Rumah keduaku di Ibukota ini pindah dari BRI-2 Lantai 30 ke Lantai 10.


Kantor kami di lantai 30 telah ditingggalkan dengan membawa kenangan indah, mengharukan dan menyenangkan.....Banyak teman, kolega dan sahabat telah bergabung ataupun menyebar setelah "singgah" di rumah kedua mereka ini...........




Ruanganku yang bernomor 15 di lantai 30 pun telah kosong dan memberikan ingatan yang bernas akan pekerjaan berikut suka dukanya........ Tidak ketinggalan "artifak" rasa dan pikiran yang menyertainya.........Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan




Sekarang kami menempati lantai 10.......Perubahan itu nyata dan menuju yang lebih baik. Suasana dan fasilitas baru meningkatkan semangat yang lain dengan tujuan peningkatan kinerja ........Itu yang diharapkan dan menjadi tujuan dari suatu institusi dimana kita bekerja.




Saturday, March 29, 2008

Tips Memilih Suatu Karir (a.k.a Pekerjaan)

Menurut saya, ada beberapa komponen yang perlu kita perhatikan sebelum Memilih Suatu Karir (a.k.a Pekerjaan) sebagai berikut:

a. Kesempatan Belajar:
Kelihatannya naif, tapi terasa sekali bahwa setelah lulus ada kekosongan atau "gap" antara dunia kerja dengan pendidikan. Kita ternyata harus berhubungan bukan hanya sekedar dengan Rangkaian Listrik, Elektronika, atau Propagasi Antena. Namun juga harus bisa bekerja secara tim, berjiwa proaktif, berbicara atau bekerja sama dengan orang asing, menyusun jadwal atau laporan dan lain-lain. Hal ini dapat diperoleh dari institusi atau perusahaan yang mapan dan "well organized" atau juga sedang berkembang namun memberi kesempatan untuk pengembangan diri pegawainya. Itulah mengapa saya niatkan pertama kali lulus untuk bekerja di tempat seperti ini agar memberi nilai tambah.....

b. Lokasi yang tepat:
Kadang kita lupa bahwa tempat kita bekerja selama minimal 8 jam sehari (baca: 33,3% dari hidup kita)memerlukan lingkungan yang tepat. Mulai berangkat sampai pulang kerja harus kita perhatikan semua biaya (termasuk kerugian) dan penghasilan/keuntungan yang kita peroleh.
Jangan lupa perhatikan juga "emotional atau social cost" yang kita tanggung dari pengambilan keputusan tsb. Sebagai contoh saya pernah memutuskan dan memilih bekerja di Bandung walau gajinya lebih kecil dengan alasan keluarga serta ingin memperoleh kesempatan pengembangan diri.....

c. Nama besar:
Kadang kita perlu suatu "papan loncat" (baca: spring board) agar kita tercatat (terutama di CV)pernah bekerja atau terlibat dengan institusi atau perusahaan besar. Bisa juga itu berupa kerja sama dengan tokoh besar yang bisa merekomendasikan kita agar dapat pekerjaan yang lebih baik.

d. Gaji besar:
Bagi saya hal ini relatif, karena setelah bekerja selama ~18 tahun (di beberapa perusahaan yang berbeda), dirasakan bahwa kebahagiaan pada saat pertama kali bekerja sampai sekarang relatif hampir sama. Karena hal itu sesuai dengan rumus "High Risk High Gain" karena perusahaan yang kita tempati bukan milik kakek atau nenek kita. Kecuali kalau perusahaan itu milik pribadi, maka kita bisa memperlakukan institusi atau perusahaan sesuai keinginan kita.

e. Identifikasi Diri:
Bagi laki-laki (terutama yang sudah berkeluarga) bekerja bukan hanya urusan mencari uang namun merupakan identifikasi diri. Ada hal-hal di luar material yang membuat dia bahagia dan berharga dihadapan komunitasnya agar tetap eksis. Pekerjaan (baca: kegiatan) apapun yang
kita pilih asal memenuhi azas ini akan membuat kita bahagia dan berharga. Sebagai contoh, saat ini saya punya impian kembali sebagai guru (juga dosen) karena merasa karir ini (termasuk jadi orangtua)tidak pernah berakhir kecuali maut memisahkan kita (http://sardjana.multiply.com/journal/item/65)

Saturday, March 22, 2008

Diantara Musibah dan Bencana


Tidurku tidak nyenyak tadi malam.....
Pikirkan resah dan gundah derita Ibu Pertiwi
Berkeluh kesah Diantara Musibah dan Bencana
Mengukur serta menimbang asa yang hilang diterjang masa

Akankan aku menyerah pada semua ini???
Tanpa berikan perlawanan diri yang berarti
Menyeruak kerdil dengan beribu galau di hati
Sebagai anak negeri mencari jati diri....Mengapa ini bisa terjadi????

Gambar dipinjam dari: http://heliconia.files.wordpress.com/2007/05/hp2.jpg

Tuesday, March 11, 2008

Nyuhunkeun Pidua'na: Pun Anak Dirawat di Rumah Sakit

Assalammulaikum WR WB.

Nyuhunkeun Pidua'na kasadayana, Pun Anak Riris Dirawat di Rumah Sakit di Bandung kumargi keuna panyawat Tipes (Tiphoid) ti dinten Sabtu (08 Mar 08). Sigana mah kacapean salami ngudag elmu di sakola sareng di rorompok kumargi kedah diajar wengi pisan.....utamina bade mayunan ujian SMP ayeuna

Ieu teh kadua kalina, Riris keuna panyawat anu sami dina ping 27 Januari 2007......Ku kituna manawi aya wargi aya resep afdol supados pun anak ningkat daya tahan salirana... Teu kinten bingahna upami para wargi tiasa ngadu'a kanggo kasehatan pun anak Riris......

Hatur nuhun anu kasuhun.......

Salam baktos abdi sakulawargi
Djadja Achmad Sardjana